Lhokseumawe, 13 Mei 2026 — SMP Negeri 2 Lhokseumawe menggelar kegiatan Tanoh Rencong Heritage Fest sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan ko-kurikuler sekolah dengan mengusung tema “Rakyat Ceudah, Lhokseumawe Meugah” serta slogan “Where Tradition Meets The World”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Aceh di tengah perkembangan zaman modern yang semakin memengaruhi kehidupan generasi muda.
Festival budaya tersebut menampilkan berbagai kekayaan tradisi Aceh, mulai dari pameran pakaian adat, sajian makanan khas daerah, hingga berbagai perlombaan bernuansa budaya lokal. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan sebagai bentuk pembelajaran nyata dalam memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur Aceh.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian pengunjung adalah lomba menghias “U Paweu”, yaitu tradisi menghias kelapa yang biasa dijadikan hantaran dalam prosesi adat pernikahan Aceh. Selain itu, terdapat pula lomba menghias “Ranub” atau sirih yang menjadi simbol penghormatan dalam adat masyarakat Aceh. Kegiatan tersebut tidak hanya melatih kreativitas siswa, tetapi juga memperkenalkan kembali makna filosofis budaya Aceh yang mulai jarang dikenal oleh Generasi Z saat ini.
Acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya Aceh yang dibawakan langsung oleh para siswa. Tarian tradisional seperti Tari Pukat dan Tari Saman tampil memukau di hadapan para tamu undangan. Selain itu, siswa juga menampilkan lagu tradisional Aceh “Doda Idi”, yaitu lagu pengantar tidur yang sarat dengan nilai kasih sayang, nasihat, dan pendidikan karakter dalam budaya Aceh. Penampilan tersebut menjadi simbol bahwa warisan budaya Aceh masih hidup dan terus diwariskan kepada generasi muda melalui dunia pendidikan.
Kegiatan Tanoh Rencong Heritage Fest turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Yuswardi S.K,M.M,S.M,, Ketua Majelis Adat Aceh Kota Lhokseumawe,H.Saifuddin Saleh, SH beserta anggota, pengawas pembina sekolah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, serta komite sekolah. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap budaya Aceh dapat terus dilestarikan dan menjadi identitas yang membanggakan bagi generasi muda di masa depan.
Semoga kegiatan ini menjadi contoh bagi sekolah sekolah lain dalam mengedukasi dan melestarikan budaya Aceh bagi generasi muda Aceh.
Penulis, Muhammad Iqbal, S.Pd.I., M.Pd




0 Comments