![]() |
Di sebuah kelas berwarna hijau cerah yang terasa hidup sejak pertama kali pintu dibuka, sekelompok siswa duduk melingkar di beberapa meja. Hari itu sebenarnya bukan hari yang istimewa, tapi suasananya terasa hangat—seperti ada sesuatu yang membuat kelas itu berbeda dari biasanya.
Di bagian depan, sekelompok siswi berjilbab putih tampak tenggelam dalam tugas kelompok. Mereka menunduk, berdiskusi, dan sesekali tertawa kecil ketika salah satu dari mereka membuat komentar lucu. Yang lain sibuk mengatur kertas, ada yang menulis, dan ada juga yang memperhatikan dengan penuh konsentrasi. Dari cara mereka bekerja, terlihat jelas bahwa mereka sedang berusaha menyelesaikan sesuatu bersama—tanpa tekanan, tanpa persaingan, hanya kerja sama yang tulus.
Di sisi lain ruangan, beberapa siswa laki-laki tampak berdiskusi di meja terpisah. Ada yang duduk santai sambil menopang dagu, ada juga yang serius mengamati temannya menjelaskan sesuatu. Meski mereka lebih ribut dibanding kelompok siswi, gurat rasa ingin tahu di wajah mereka membuat suasana tetap terasa hidup.
Di dekat jendela dengan tirai merah yang memancarkan cahaya hangat ke dalam ruangan, seorang siswi berdiri sambil berbicara dengan temannya yang duduk. Dari ekspresinya, terlihat ia sedang menjelaskan sesuatu dengan bersemangat, sementara temannya mencoba memahami dengan penuh perhatian.
Guru yang mengambil foto ini sepertinya sedang ingin mengabadikan momen sederhana—momen ketika murid-muridnya belajar bukan hanya dari buku, tetapi dari satu sama lain. Di atas meja guru, terlihat tanaman kecil dan beberapa dekorasi sederhana, memberi sentuhan hangat seolah kelas ini bukan sekadar tempat belajar, tapi juga ruang tumbuh bersama.
Kelas itu ramai, tapi bukan keramaian yang melelahkan. Ini keramaian yang menunjukkan bahwa para murid sedang bergerak, berpikir, dan belajar. Mungkin bagi orang luar, ini hanya foto biasa. Tetapi bagi yang berada di sana hari itu, ini adalah potongan kecil dari cerita besar perjalanan mereka—cerita tentang persahabatan, kerja sama, dan proses tumbuh menjadi versi terbaik dari diri mereka.
Dan hari itu, kelas IX3 bukan sekadar ruang belajar. Ia berubah menjadi tempat di mana semangat, tawa, dan usaha berkumpul menjadi satu, menghasilkan kenangan yang akan mereka ingat lama setelah mereka meninggalkan bangku SMP ini kelak. Yaa, tidak lama lagi mereka akan melanjutkan ke tingkat SMA.


0 Comments